Novirman mengungkapkan dalam fase inilah masyarakat dilarang untuk menghujat keluarga almarhum. Dan semua itu perlu dilakukan untuk sebuah kehati-hatian, karena penyebaran virus terjadi secara massif hampir di seluruh negara di dunia
"COVID-19 itu penyakit bukan aib, siapa saja bisa terinfeksi. Jadi, jangan katakan itu keluarga Corona atau COVID-19," katanya.
Dia juga memberi tahukan kepada setiap keluarga pasien Susfect COVID-19, yang salah paham kepada petugas pada saat mengantarkan pasien ke rumah sakit.
"Ada yang menganggap petugas langsung memasukkan pasien kedalam keranda mayat, padahal itu Brankar, bukan keranda mayat. Gunanya untuk memobilisasi pasien ke ruangan perawatan dari IGD," katanya.
"Sudah sangat banyak korban berjatuhan. Siapa saja bisa terinfeksi, mari bersama kita lawan COVID-19, semoga wabah COVID-19 cepat berakhir" katanya. Rel/MR
Editor : Berita Minang






