BUKITTINGGI - Walikota Bukittinggi M. Ramlan Nurmatias menyebutkan, hampir seluruh hotel di Kota Wisata Bukittinggi Sumbar ini, tutup akibat mewabahnya Virus Corona (Covid-19). Penutupan itu berakibatkan matinya pencaharian ribuan orang, karena seluruh objek wisata juga ditutup Pemko Bukittinggi.
Penegasan ini dikatakan Wako Ramlan saat vidio konferensi dengan wartawan diinisiasi IJTI Sumbar lewat aplikasi daring, Rabu malam (8/4/2020). Disebutkan Ramlan, saat ini ia bersama seluruh Tim Covid-19 dibantu Forkompinda dan Babinsa, Babinkamtibmas serta Lurah melakukan pendataan terhadap warga yang terdampak ekonominya akibat pandemi Covid-19.
Meski hotel tutup, sambung Walikota Ramlan, tapi ada yang punya kemanusiaan tinggi dan dermawan, misalnya Hotel Denhaz. Pemilik malah memberikan sebagai tempat tinggal tenaga medis yang merawat Covid-19 di Rumah Sakit Achmad Muchtar (RSAM). Namun, demikian itu belum cukup, karena Pemko Bukittinggi dan RSAM membuat dokter dan tenaga medis sebanyak tiga grup dan mereka tentu butuh penginapan, karen tidak bisa pulang ke rumah dengan alasan protokol kesehatan.
Pemko Bukittinggi juga sudah melakukan stimulus ekonomi dan bantuan sudah dibagikan kepada warga yang tidak mampu yang terkena dampak.
"Saya pesankan kepada semua pejabat di Balaikota, tidak ada satupun warga kota yang tidak bisa memenuhi kebutuhan hariannya di Bukittinggi, lebih baik tidak membangun daripada warga kelaparan," sebutnya.
"Mudah-mudahan Kamis ini bisa kita dapatkan datanya, sehingga kita bisa melakukan langkah-langkah selanjutnya," ujar Ramlan.
Untuk tahap awal, sebunya, Pemko Bukittinggi melalui Dinas Sosial sudah menyalurkan bantuan pangan kepada 19 ribu orang lebih yang masuk dalam kategori tidak mampu. Bantuan itu, berupa 9 kilogram beras, 3 kemasan sarden, minyak goreng, dan 10 buah telur ayam.
Ramlan menyebutkan, tidak mudah memutus rantai Virus Corona serta mengembalikan perekonomian di Kota Bukittinggi. Ia meminta warga untuk disiplin dan mematuhi protokol kesehatan. Jika, virus bisa diputus rantainya dan wabah bisa dihilangkan, perlahan Bukittinggi akan bisa bangkit lagi.
"Jangan keluar rumah kalau tidak dalam situasi sangat penting. Jika keluar rumah wajib gunakan masker dan jangan sekali-kali masuk dan membuat kerumunan atau keramaian," sebutnya. MR
Editor : Berita Minang






