Ia menjelaskan bantuan itu akan diserahkan ke ahli THT di seluruh Indonesia. Dalam kesempatan tersebut, asosiasi dokter gigi dan perhimpunan ahli THT di Indonesia itu berharap agar bantuan tersebut dapat diberikan secara berkala sesuai dengan kebutuhan para tenaga kesehatan di lapangan.
Ikatan Dokter Indonesia melaporkan per Senin (6/4) ada 19 dokter yang meninggal akibat COVID-19. Jumlah itu belum menghitung jumlah dokter dengan status PDP (Pasien dalam Pengawasan) yang wafat dalam beberapa minggu terakhir.
Ke-19 dokter yang wafat itu, di antaranya, Prof. Dr. dr. Iwan Dwi Prahasto (Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta); Prof. Dr. dr. Bambang Sutrisna (Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia); dr. Bartholomeus Bayu Satrio (IDI Jakarta Barat); dr. Exsenveny Lalopua (Dinas Kesehatan Kota Bandung); dr. Hadio Ali K (Perdossi DKI Jakarta/IDI Jakarta Selatan); dr. Djoko Judodjoko (IDI Bogor); dr. Adi Mirsa Putra (IDI Bekasi); dr. Laurentius Panggabean (RSJ dr Soeharto Herdjan/IDI Jakarta Timur).







