PAYAKUMBUH - Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno didampingi Kepala Disnakertrans Sumbar Nazrizal, kunjungi BLK Payakumbuh Disnakertrans Sumbar sebagai salah satu tempat yang direncanakan lokasi karantina bagi perantau/pendatang di Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh guna memutus rantai Covid-19. Ada dua lokasi karantina, disamping BLK juga ada Gedung Peternakan.
Dalam kunjungan ini, Gubernur menyerahkan bantuan 100 set Alat Pelindung Diri (APD), 200 liter disinfektan, dan 10.000 butir telur dari Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) dan Asosiasi Obat Hewan Indonesia (Asohi) Daerah Sumbar untuk Kota Payakumbuh, diterima langsung oleh Wali Kota Riza Falepi dan Wakil Wali Kota Erwin Yunaz di Aula Peternakan, Jumat (3/4/2020).
Dalam kesempatan ini, Irwan menyebutkan langkah strategi pengendalian wabah Covid-19 yang dilakukan Pemprov Sumbar dihadapan Walikota Payakumbuh dan pejabat yang hadir. Dikatan Gubernur untuk orang masuk dari luar provinsi telah dilakukan pengetatan di 9 perbatasan wilayah darat di Sumbar, termasuk di Kabupaten Limapuluh Kota.
Di dalam provinsi pun sudah keluar larangan kegiatan keramaian atau pembatasan aktifitas warga di luar rumah, dan ini juga sudah dilaksanakan oleh setiap pemko/pemkab secara keseluruhan.
Bahkan, Gubernur dua Periode itu menyebut untuk pasien yang positif Covid-19 dari hulu dan hilir dikendalikan, orang yang tidak ada gejala di cek, Orang Dalam Pengawasan (ODP) positif pun disiapkan tempat karantina bagi mereka.
Diterangkannya, saat ini di Sumbar ada 9 lokasi karantina, terdiri dari 6 untuk ODP dan 3 untuk Covid-19 ringan. Sementara untuk karantina mandiri kota/kabupaten ada 8 yang mengusulkan dan akan ada lagi tambahannya nanti.
"Yang dikarantina, untuk perawat dan dokter digratiskan bagi pasien karena ditanggung pemerintah, mereka hanya tinggal membawa bajunya saja," ujarnya.
Kendati di Payakumbuh saat ini masih belum ditemukan adanya angka kasus Positif Covid-19, Gubernur mewanti-wanti agar jangan melonggarkan kewaspadaan terhadap penyebaran virus berbahaya ini.
"Zero positif Covid-19 bukan berarti tidak ada virusnya, karena dari hasil pemeriksaan laboratoriumlah bisa kita tahu apakah seseorang terbebas dari Covid-19 atau tidak," katanya.
Editor :






