IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Pulang Dari Malaysia, 5 Warga Sawahlunto Masuk ODP Virus Corona

Tim Tanggap Covid-19 Kota Sawahlunto sedang evakusi ODP ke ambulans untuk dirujuk ke RS M. Djamil Padang. Foto Iyos
Tim Tanggap Covid-19 Kota Sawahlunto sedang evakusi ODP ke ambulans untuk dirujuk ke RS M. Djamil Padang. Foto Iyos
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

SAWAHLUNTO - Tim tanggap covid 19 Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, mendeteksi 3 warga Kecamatan Silungkang dan 3 warga Kecamatan Talawi, masuk dalam status orang dalam pemantauan (ODP) setelah mereka pulang dari daerah terjangkit corona Malaysia.

Satu ODP berusia berinisial "AM" 62 tahun, berasal dari Kecamatan Talawi yang merantau di Malaysia dan sedang pulang kampung mengalami suspec dengan panas tinggi hingga 39 derjad celcius. Untuk memastikan kondisi kesehatan yang bersangkutan, tim medis Tanggap Covid 19 dr.Adrinof,Sp sekitar pukul 11.00 wib, memeriksa warga tersebut di Gedung Public Safety Center (PSC), Kelurahan Durian II, Kecamatan Barangin, Sawahlunto.Jum'at (20/3).

Pemeriksaan dilakukan tanpa menurunkan pasien dari ambulan. Sebelum pemeriksaan,kendaraan disemprot dulu dengan infektan pembunuh kuman. Sedangkan seluruh tim medis menutupi tubuhnya dengan mengenakan pakaian khusus seperti astronot dilengkapi masker berstandar kesehatan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter spesialis paru Adrinof, yang dibantu beberapa timnya, sebagaimana disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan KB, Yasril, S.Km, MM, korban dinyatakan suspec, namun bukan berarti dinyatakan positif covid 19 corona. Untuk memastikan keadaannya, pihak tim tanggap corona Sawahlunto langsung merujuk pasien tersebut ke RSUP M.Jamil Padang, Jumat, siang.

"Untuk informasi sementara, berdasarkan pemeriksaan dokter spesialis paru Adrinof, pasien dinyatakan suspec. Namun belum tentu positif corona. Untuk memastikan pasien positif atau tidak, penderita suspec langsung dikirim ke rumah sakit rujukan RSUP M.Jamil Padang untuk dilakukan pemeriksaan intensif." Ungkap Yasril, bicara dengan hati-hati.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
Dalam pantauan dilapangan, dokter Adrinof terlihat hanya memeriksa bagian dada pasien dalam waktu tak terlalu lama. Sementara, para pekerja medis terlihat tegang namun masih bisa mengendalikan diri untuk tenang. Maklum, kasus covid 19 corona bukan virus biasa, tapi sangat mematikan dan sangat cepat penularannya, dan baru pertamakali pula kasus seperti dihadapi kalangan medis.

Yasril, dalam penuturannya, korban suspec sebelumnya merantau dan bekerja di Malaysia, kemudian tujuh hari lalu pulang kampung ke Talawi, namun apakah dia sudah mengalami demam di Malaysia atau setelah berada di Indonesia belum diketahui. Yang pasti, sebut dia, antisipasi dini dan tanggap kedaruratan sangat diperlukan agar corona tak masuk Sawahlunto.

Dari hasil penelusuran tim tanggap covid 19, pria lansia "AM" tersebut mengalami demam tinggi sejak beberapa hari lalu. Dan dia sebelumnya juga sempat jalan-jalan ke Kota Padang dan Bukittinggi. Menurut Yasril, dari 6 ODP, satunya terkena suspec yang dikirim ke RSUP M.Jamil secara keseluruhan adalah warga Sawahlunto yang baru pulang dari Malaysia yang juga negara terjangkit kasus corona.5 ODP kini terus mendapat perhatian khusus tim kesehatan.

Penyemprotan Infektan

Mengantisipasi mewabahnya penularan covid 19 corona di Kota Sawahlunto, Pemerintah melakukan penyemprotan infektan diruang seperti pasar, dan beberapa tempat lainnya secara terbatas. Namun, hingga kini pemerintah kota belum mengeluarkan kebijakan untuk meliburkan sekolah dalam beberapa hari kedepan.

Editor : Berita Minang
Tag:
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH