Wabah Virus ASF, Ribuan Ekor Babi Mati Di Mentawai

Peristiwa-126 hit

TUAPEIJAT - Sekitar 7.500 ekor babi hasil ternak di pulau Sipora Kabupaten Mentawai mati akibat serangan virus African Swine Fever (ASF).

Kepala dinas ketahanan pangan dan pertanian Mentawai, Hatisama Hura memastikan hal itu berdasarkan hasil analisis medik balai veteriner di Bukit tinggi Sumbar beberapa waktu lalu.

Hura menyebutkan, kematian ribuan ekor babi tersebut tidaklah mendadak, atau sekaligus mati, namun ada gejala seperti bintik merah di sekitar telinga dan perut, lemas, tidak mampu berdiri, dan tidak mau makan, dan akhirnya mati dalam kurun satu sampai empat hari.

Atas kejadian itu, Hura menghimbau kepada masyarakat terutama para peternak babi agar menjaga sanitasi dan kebersihan lingkungan kandang, jika sudah mati, sebaiknya dikubur atau dibakar.

"Kebiasaan di sini, kalau babi mati, dipotong dan dibagi atau dijual, tidak dibuang, ini yang seharusnya dihindarkan, " kata Hatisama.

Pemerintah Mentawai, kata Hura juga sudah keluarkan surat edaran kepada warga untuk tidak membawa ternak babi dari pulau Sipora ke pulau lain, untuk menghindari penularan virus asf itu.

Berdasarkan data yang dihimpun, ada 4.364 ekor babi mati terinfeksi virus ASF di 5 desa dari 7 desa kecamatan Sipora selatan dan 3.136 di di 5 desa dari 6 desa kecamatan Sipora utara.

Adanya serangan virus ASF yang merugikan para peternak di Mentawai, kata Hura juga mendapat perhatian dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, dengan adanya bantuan obat-obatan seperti antibiotik, vitamin, dan desinfektan, dan pihak Dispangta. Mentawai telah melakukan penyemprotan desinfektan pada kandang-kandang dan injeksi vitamin serta antibiotik pada babi untuk meningkatkan daya tahan tubuhnya.

(KS/Hms/Je)

Loading...

Komentar

loading...

Berita Terbaru