Kepala Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi, Ramli Andrian, menjelaskan, Hari Kesehatan Nasional (HKN) berawal dari gerakan pemberantasan malaria yang ditandai dengan penyemprotan DDT oleh Presiden Soekarno di Kalasan, Yogyakarta, pada 12 November 1959. Peristiwa tersebut menjadi cikal bakal peringatan HKN yang pertama kali dilaksanakan pada 12 November 1964.
Advertisement
Scroll ke bawah untuk lanjut membaca
"Harapan kita pada HKN kali ini, seluruh pelayanan kesehatan di Kota Bukittinggi, mulai dari fasilitas kesehatan tingkat pertama hingga tingkat rujukan, dapat memberikan layanan terbaik, bermutu dan berorientasi pada keselamatan masyarakat. Tenaga kesehatan juga diharapkan semakin profesional dan berintegritas, sehingga masyarakat sadar dan mandiri dalam menjaga kesehatan," ujarnya (Yus)
Penulis / Wartawan: Medio Agusta
Editor: Medio Agusta
Standar Redaksi & Kepercayaan (E-E-A-T): Berita ini ditulis oleh jurnalis Medio Agusta dan telah melalui proses verifikasi serta penyuntingan oleh Medio Agusta sesuai Pedoman Media Siber Dewan Pers. Diterbitkan oleh PT Berita Minang Media Sumbar (Susunan Redaksi).





