“Ke depan, kita akan menetapkan data-data prioritas yang harus dikumpulkan bersama oleh produsen data. Sesuai arahan pimpinan, tidak ada satu pun perencanaan yang tidak berdasarkan data. Karena itu, data yang digunakan harus akurat dan selaras agar program pembangunan yang disusun benar-benar tepat sasaran,” ujarnya.
Advertisement
Scroll ke bawah untuk lanjut membaca
Ade menambahkan, pengelolaan Satu Data Indonesia akan diperkuat melalui pemanfaatan data spasial yang dapat menunjukkan lokasi serta sebaran informasi pembangunan secara terperinci. Langkah ini diharapkan membantu pemerintah daerah dalam memetakan kebutuhan pembangunan.(Yus)
Penulis / Wartawan: Yusrizal
Editor: Medio Agusta
Standar Redaksi & Kepercayaan (E-E-A-T): Berita ini ditulis oleh jurnalis Yusrizal dan telah melalui proses verifikasi serta penyuntingan oleh Medio Agusta sesuai Pedoman Media Siber Dewan Pers. Diterbitkan oleh PT Berita Minang Media Sumbar (Susunan Redaksi).





