Momentum khatam Al-Quran yang bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 ini, menurutnya, menjadi titik tolak yang tepat untuk menanamkan semangat perjuangan dan tanggung jawab. Ia menaruh harapan besar agar para siswa kelak tampil sebagai pemimpin tangguh di berbagai sektor dengan landasan akhlak yang kokoh.
Lebih jauh, Wawako meminta para siswa untuk tidak berhenti berinteraksi dengan kitab suci pascaprosesi khatam. Ia mendorong anak-anak untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang tahfidz.
"Khatam Al-Quran bukan akhir dari proses belajar. Anak-anak harus terus membaca dan mendalaminya agar nilai-nilai Al-Quran menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya.
"Teruslah belajar dan jangan berhenti membaca Al-Quran. Jadikan ilmu dan agama sebagai bekal untuk meraih cita-cita dan menjadi generasi yang bermanfaat bagi bangsa dan negara," tambah Elzadaswarman.
Penulis / Wartawan: Medio Agusta
Editor: Medio Agusta





