"Kami ucapkan terima kasih atas perhatian dan kepedulian Pemerintah Kota Bukittinggi.
Kebersamaan yang dijalin, tentu dapat memberikan semangat bagi kami Pemkab Solok untuk segera bangkit dan membantu serta melayani warga, terutama mereka yang terdampak. Dengan perhatian dari Pemko dan warga Bukittinggi, berarti kami tidak sendiri. Terima kasih Pak Wali Kota, terima kasih masyarakat Bukittinggi," ungkap Jon Pandu.
Bupati Solok memaparkan, banjir bandang terjadi Senin, 21 September 2026, sekitar pukul 20.00 WIB. Akibat musibah itu, dua orang meninggal dunia, setelah dikabarkan hilang saat bencana terjadi.
Selain itu, Pemkab Solok juga mendata, satu orang mengalami luka berat dan tiga orang luka ringan. Sebanyak 480 warga terdampak, dengan sebagian mengungsi secara mandiri ke rumah keluarga maupun ke sejumlah lokasi pengungsian.
Editor : Medio Agusta






