Selain itu, disiagakan dua mobil rescue, 22 dump truck, 60 sepeda motor, dua ekskavator, tiga skylift, lima perahu karet, 26 chainsaw, dua light tower portable, empat tenda pengungsi, serta 10 mobil toilet dan perlengkapan logistik lainnya.
“Seluruh personel dan peralatan harus benar-benar siap digunakan kapan saja. Kita juga perlu memperbarui pemetaan wilayah yang memiliki potensi kerawanan bencana,” ujarnya.
Kesiapsiagaan tersebut difokuskan untuk mengantisipasi berbagai ancaman bencana, terutama bencana hidrometeorologi seperti banjir, cuaca ekstrem, dan angin puting beliung. Ancaman gempa bumi juga menjadi perhatian melalui penguatan mitigasi dan simulasi bencana yang dilaksanakan setelah apel.
“Kita harus membangun kesiapan sejak awal karena bencana dapat terjadi sewaktu-waktu. Kemampuan masyarakat untuk menghadapi dan memulihkan diri setelah bencana juga perlu terus diperkuat,” katanya.
Editor : Medio Agusta






