Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat, Syaiful Bahri, menyatakan bahwa pemerintah sangat terbuka terhadap kerja kolaborasi bersama komunitas seni. Ia menilai kesenian tidak boleh berjalan terisolasi; sinergi dengan berbagai lembaga sangat dibutuhkan agar karya kreatif memberikan dampak sosial yang luas.
Senada dengan itu, Kepala Taman Budaya Sumatera Barat, M. Devid, menegaskan bahwa ruang kebudayaan harus berfungsi sebagai tempat pertemuan ide-ide kritis masyarakat. Taman Budaya tidak hanya menyediakan ruang dan fasilitas teknis seperti pencahayaan serta tata suara, tetapi juga mendorong integrasi antara isu seni dan isu lingkungan.
Mempertemukan Bahasa Seni dan Realitas Ekologis
Sesi diskusi pasca-pertunjukan yang menghadirkan Khalid Saifullah aktivis lingkungan yang membawa rekam jejak panjang dalam advokasi konflik sumber daya alam dan risiko bencana.Kini ia dewan pengarah Forum Pengurangan Risiko Bencana Sumatera Barat.
Melalui dialog ini, panggung pertunjukan berhasil menjembatani dua dunia: pengalaman estetis-artistik para seniman dengan data faktual advokasi para aktivis. Isu pencemaran sungai, penggundulan hutan, dan alih fungsi lahan tidak berhenti sebagai tontonan visual, tetapi bermutasi menjadi ruang refleksi mendasar bagi penonton. (R/BM)
Editor : Marjeni Rokcalva







