Ia menjelaskan, pengembangan ISF Mentawai akan mengusung konsep eco-efficiency dan zero waste, dengan sistem terintegrasi dari hulu hingga hilir, mulai dari intake air, tandon, klaster budidaya hingga Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Sistem tersebut sekaligus diarahkan menerapkan prinsip good aquaculture practices dalam pengembangan tambak udang modern.
Sebagai tindak lanjut, DKP Sumbar akan segera membentuk Tim Percepatan ISF Mentawai yang melibatkan pemerintah daerah, akademisi, KKP, dan seluruh pemangku kepentingan terkait. Tim tersebut akan memastikan seluruh kebutuhan dan tahapan awal dapat diselesaikan secara terukur.
“Target kita dalam 2–3 bulan ke depan seluruh tahapan awal sudah tuntas. Dengan demikian, pembangunan tambak udang modern dan terintegrasi di Mentawai dapat mulai direalisasikan pada 2027,” kata Syefdinon.
Dari pihak Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai, hadir Bupati Kepulauan Mentawai, Rinto Wardana; Ketua DPRD, Ibrani Sababalat; Wakil Ketua I, Juni Arman; Wakil Ketua II, Bruno Guimek Sagalak; Kepala Baperinda, Desti Seminora; Kepala BPKAD, Rinaldi; serta Kepala Dinas Perikanan, Zakirman. (adpsb/bud)
Editor : Marjeni Rokcalva






