Ia menjelaskan perkembangan teknologi digital telah membuka akses yang semakin luas terhadap ilmu pengetahuan, informasi, beasiswa, peluang usaha, pengembangan kreativitas, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dalam proses pembelajaran. Namun, di balik berbagai kemudahan tersebut, ruang digital juga menghadirkan ancaman seperti hoaks, cyberbullying, penipuan daring, pencurian data pribadi, judi online, hingga berbagai bentuk kejahatan siber lainnya.
Karena itu, menurutnya, pelajar harus mampu menjadi pengguna internet yang cerdas dengan memanfaatkan teknologi untuk kegiatan yang bernilai positif sekaligus menghindari berbagai konten dan aktivitas digital yang berpotensi merugikan masa depan.
"Teknologi adalah alat untuk berkembang. Yang menentukan manfaat atau mudaratnya adalah cara kita menggunakannya," ujarnya.
Oleh karena itu, ia mengimbau para pelajar membiasakan diri berpikir matang sebelum mengunggah atau membagikan sesuatu di media sosial.
Editor : Medio Agusta






