"Kelas BerNALAR mengintegrasikan penguatan literasi dan numerasi melalui pendekatan deep learning, pemanfaatan interactive flat panel, serta artificial intelligence sebagai media pembelajaran. Guru tidak lagi hanya menjadi pengajar, tetapi juga fasilitator yang mampu menciptakan pengalaman belajar yang lebih aktif, kontekstual, dan menyenangkan," ujarnya.
Menurut Nalfira, implementasi program telah diawali dengan pembentukan tim efektif, penyusunan modul pembelajaran, penerbitan regulasi pendukung, pelaksanaan workshop bagi guru kelas VI, hingga penerapan Kelas BerNALAR di sekolah dasar negeri se-Kota Payakumbuh.
Program tersebut juga diperkuat melalui gerakan 15 Menit BerNALAR sebelum proses belajar dimulai sebagai upaya membangun budaya literasi dan numerasi secara berkelanjutan di lingkungan sekolah.
Ia menjelaskan, inovasi tersebut disusun untuk menjawab tantangan pengelolaan sampah yang semakin kompleks, mulai dari meningkatnya timbulan sampah, keterbatasan fasilitas pengolahan, hingga penyesuaian terhadap kebijakan nasional mengenai penghentian praktik open dumping.
Editor : Medio Agusta






