“Ini kegiatan yang sangat baik. Harapan kita, masyarakat semakin nyaman datang ke masjid dan surau karena didukung kualitas akustik yang baik. Masjid yang nyaman akan semakin mendorong masyarakat untuk memakmurkannya,” katanya.
Arry menegaskan bahwa kualitas suara tidak semata ditentukan oleh mahal atau murahnya perangkat sound system. Penempatan speaker, pengaturan sistem, kondisi ruangan, hingga kemampuan operator dalam mengelola perangkat turut menentukan kejernihan suara yang diterima jamaah.
Ia menyebutkan, berdasarkan data yang dimiliki Pemerintah Provinsi Sumbar, terdapat sekitar 19.741 masjid dan musala yang tersebar di seluruh daerah. Karena itu, peningkatan kapasitas pengurus masjid dalam mengelola sistem tata suara perlu terus diperluas agar manfaatnya dapat dirasakan semakin banyak rumah ibadah.
Selain meningkatkan kompetensi teknis, Arry juga mengajak seluruh peserta menjadikan pelatihan sebagai wadah berbagi pengalaman dan mencari solusi atas berbagai persoalan akustik yang dihadapi di masjid masing-masing.
Editor : Marjeni Rokcalva






