Ia menjelaskan, setelah layanan transportasi bagi pelajar dapat diwujudkan, pengembangan kendaraan listrik akan dilakukan secara bertahap untuk mendukung layanan angkutan umum sehingga masyarakat memperoleh akses transportasi yang lebih aman, nyaman, efisien, dan ramah lingkungan.
Zulmaeta menilai karakteristik Kota Payakumbuh yang memiliki wilayah relatif kompak dengan jarak tempuh antarpusat aktivitas sekitar 10 kilometer menjadi keunggulan dalam penerapan transportasi publik berbasis kendaraan listrik.
"Kota Payakumbuh ini wilayahnya tidak terlalu luas. Untuk rute perjalanan di dalam kota rata-rata hanya berkisar sekitar 10 kilometer," ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut, Pemerintah Kota Payakumbuh bersama PT Zeven Metro International juga membahas peluang kolaborasi, efisiensi operasional, kesiapan infrastruktur pendukung, serta langkah-langkah implementasi transportasi publik berbasis kendaraan listrik sebagai bagian dari pengembangan sistem transportasi perkotaan di Kota Payakumbuh.
Editor : Medio Agusta






