Gubernur Sumatera Barat yang diwakili Staf Ahli Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan, Jasman, mengatakan, peringatan 100 Tahun Jam Gadang merupakan momentum penting untuk mengenang sejarah dan menghormati perjalanan panjang perjuangan bangsa. Sejak berdiri pada 20 Juni 1926, Jam Gadang telah berkembang menjadi identitas, kebanggaan, sekaligus simbol sejarah Kota Bukittinggi yang menjadi saksi berbagai fase perjalanan bangsa hingga era pembangunan saat ini, katanya.
Menurut Gubernur, Bukittinggi bukanlah kota biasa. Bukittinggi pernah menjadi salah satu pusat perjuangan nasional. Saat Agresi Militer Belanda II tahun 1948, lahirlah Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Bukittinggi yang menjadi bukti bahwa Republik Indonesia tetap hidup dan memiliki pemerintahan yang sah. Karena itu, Bukittinggi layak disebut sebagai Kota Perjuangan. Nilai-nilai perjuangan yang diwariskan PDRI masih relevan hingga saat ini dan perlu terus diwariskan kepada generasi muda sebagai penguat semangat kebangsaan dan kecintaan terhadap tanah air, jelasnya
Sementara Direktur Sejarah dan Permuseuman Kementerian Kebudayaan, Agus Mulyana, memberikan, apresiasi kepada Pemko Bukittinggi yang dinilai memiliki kepedulian besar terhadap pelestarian sejarah. Tidak banyak daerah yang secara konsisten menggelar kegiatan untuk mengangkat kembali peran daerahnya dalam perjalanan sejarah bangsa.
Untuk itu, Agus Mulyana mengharapkan, sejarah Bukittinggi perlu terus digali dan diwariskan kepada generasi muda. Kehadiran Jam Gadang dan peran Bukittinggi sebagai pusat PDRI merupakan bagian penting dari sejarah bangsa yang harus diingat terus. Karena itu, Kementerian Kebudayaan akan terus mendukung upaya pelestarian sejarah serta penguatan Bukittinggi sebagai Kota Perjuangan, ungkap Agus Mulyana.
Editor : Medio Agusta






