IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Pemko Bukittinggi Gelar Seminar Nasional Bukittinggi Kota Perjuangan

Dalam rangka peringatan satu abad jam gadang, Pemko Bukittinggi gelar seminar nasional tentang Bukittinggi Kota Perjuangan, di Balairung Rumah Dinas Wako, Kamis, (18/06)
Dalam rangka peringatan satu abad jam gadang, Pemko Bukittinggi gelar seminar nasional tentang Bukittinggi Kota Perjuangan, di Balairung Rumah Dinas Wako, Kamis, (18/06)
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

Gubernur Sumatera Barat yang diwakili Staf Ahli Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan, Jasman, mengatakan, peringatan 100 Tahun Jam Gadang merupakan momentum penting untuk mengenang sejarah dan menghormati perjalanan panjang perjuangan bangsa. Sejak berdiri pada 20 Juni 1926, Jam Gadang telah berkembang menjadi identitas, kebanggaan, sekaligus simbol sejarah Kota Bukittinggi yang menjadi saksi berbagai fase perjalanan bangsa hingga era pembangunan saat ini, katanya.

Menurut Gubernur, Bukittinggi bukanlah kota biasa. Bukittinggi pernah menjadi salah satu pusat perjuangan nasional. Saat Agresi Militer Belanda II tahun 1948, lahirlah Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Bukittinggi yang menjadi bukti bahwa Republik Indonesia tetap hidup dan memiliki pemerintahan yang sah. Karena itu, Bukittinggi layak disebut sebagai Kota Perjuangan. Nilai-nilai perjuangan yang diwariskan PDRI masih relevan hingga saat ini dan perlu terus diwariskan kepada generasi muda sebagai penguat semangat kebangsaan dan kecintaan terhadap tanah air, jelasnya

Sementara Direktur Sejarah dan Permuseuman Kementerian Kebudayaan, Agus Mulyana, memberikan, apresiasi kepada Pemko Bukittinggi yang dinilai memiliki kepedulian besar terhadap pelestarian sejarah. Tidak banyak daerah yang secara konsisten menggelar kegiatan untuk mengangkat kembali peran daerahnya dalam perjalanan sejarah bangsa.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
Agus Mulyana, menilai Bukittinggi memiliki posisi penting dalam sejarah Indonesia, baik sebagai kota yang berkembang pada masa kolonial maupun sebagai pusat Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) saat masa revolusi kemerdekaan, ujarnya.

Untuk itu, Agus Mulyana mengharapkan, sejarah Bukittinggi perlu terus digali dan diwariskan kepada generasi muda. Kehadiran Jam Gadang dan peran Bukittinggi sebagai pusat PDRI merupakan bagian penting dari sejarah bangsa yang harus diingat terus. Karena itu, Kementerian Kebudayaan akan terus mendukung upaya pelestarian sejarah serta penguatan Bukittinggi sebagai Kota Perjuangan, ungkap Agus Mulyana.

Editor : Medio Agusta
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH