Menurut Vasco, Sumbar saat ini telah memiliki kebijakan yang mewajibkan kegiatan ekstrakurikuler silat tradisi di tingkat SMA sebagai upaya menjaga warisan budaya sekaligus membangun karakter generasi muda.
“Sumatera Barat memiliki landasan yang kuat dalam pengembangan silat tradisi. Karena itu pemerintah daerah telah mendorong kebijakan ekstrakurikuler wajib silat tradisi di SMA. Ini bukan hanya soal olahraga, tetapi juga pembentukan karakter, disiplin, dan pelestarian budaya Minangkabau,” kata Vasco.
Ia menyebutkan kebijakan tersebut telah mendapat perhatian nasional dan berpotensi menjadi model yang diterapkan di daerah lain di Indonesia.
Sementara itu, Dekan FIK UNP Prof. Nurul Ikhsan mengatakan penyelenggaraan Kejurnas merupakan bentuk komitmen UNP dalam mendukung pembinaan olahraga prestasi sekaligus pengembangan budaya bangsa melalui dunia pendidikan.
Editor : Marjeni Rokcalva






