"Dalam karyanya Imagine community, bangsa adalah komunitas yang dibayangkan bersama. Namun justru dalam krisis itulah, imajinasi kebangsaan itu diuji dan dikristalkan menjadi tindakan nyata. PDRI adalah bukti terkuat bahwa imajinasi kebangsaan Indonesia adalah kenyataan yang diperjuangkan dengan darah dan keberanian," papar Sri Sultan Hamengku Buwono X.
Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ketika Yogyakarta jatuh, Bukittinggi berdiri. Pukul 05.30 WIB pagi, 19 Desember 1948, Belanda menyerang Yogyakarta secara mendadak, diawali dengan pendudukan di bandara Maguwo. Pengumuman pembatalan sepihak atas Perjanjian Renville baru disampaikan pukul 23.30 WIB, sehari sebelumnya, hanya beberapa jam sebelum agresi dilancarkan.(Yus)
Editor : Medio Agusta







