IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Elnusa Petrofin, Tulang Punggung Logistik dalam Ekosistem Green Energy Pertamina

PT Elnusa Petrofin (EPN), anak usaha PT Elnusa Tbk (ELSA) yang tergabung dalam Subholding Upstream Pertamina, mendukung implementasi inisiatif Green Terminal di Terminal LPG Tanjung Sekong, Cilegon, Banten. Foto: Ist.
PT Elnusa Petrofin (EPN), anak usaha PT Elnusa Tbk (ELSA) yang tergabung dalam Subholding Upstream Pertamina, mendukung implementasi inisiatif Green Terminal di Terminal LPG Tanjung Sekong, Cilegon, Banten. Foto: Ist.
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

Selama ini, Elnusa Petrofin lebih dikenal publik sebagai ujung tombak distribusi BBM PSO (Public Service Obligation) dan BBM Satu Harga ke pelosok nusantara. Namun keterlibatan EPN di Green Terminal Tanjung Sekong menandai babak baru, berupa langkah transformasi menjadi enabler logistik untuk energi masa depan.

Kapabilitas yang dimiliki EPN menjadikannya mitra yang tepat dalam ekosistem ini. Pengalaman panjang dalam pengelolaan transportasi energi berskala nasional, sistem monitoring berbasis teknologi, serta standar Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) yang ketat menjadi modal utama dalam menangani energi baru seperti hydrogen, yang membutuhkan presisi dan keamanan tinggi dalam penanganannya.

Lebih dari itu, kapabilitas logistik EPN menjadi jembatan antara dua dunia energi, yakni konvensional dan baru, ke dalam satu sistem distribusi nasional yang terintegrasi. Ini bukan sekadar ekspansi lini bisnis, melainkan repositioning strategis di tengah pergeseran lanskap energi global.

Agung Wicaksono, Direktur Transformasi & Keberlanjutan Bisnis PT Pertamina (Persero), menegaskan bahwa inisiatif Green Terminal adalah bagian dari Roadmap Net Zero Emission (NZE) 2060 Pertamina. Seperti diketahui, program tersebut menjadi peta jalan yang menekankan efisiensi energi, pengurangan emisi, dan percepatan adopsi energi baru dan terbarukan di seluruh lini bisnis perusahaan.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
Proyek ini istimewa karena memperlihatkan sinergi nyata lintas entitas dalam Pertamina Group. PGE sebagai produsen energi hijau, EPN sebagai distributor andal, dan PET sebagai pengguna akhir yang mengkonversi hidrogen menjadi listrik bersih. Tanjung Sekong, dengan kapasitas penyimpanan 98.000 metrik ton dan dermaga yang melayani kapal hingga 65.000 DWT, menjadi laboratorium hidup bagi model infrastruktur energi berkelanjutan Indonesia.

Jika berhasil direplikasi, model ini bisa menjadi cetak biru untuk terminal-terminal energi strategis lainnya di Indonesia. Artinyab isa lebih mendorong transisi yang tidak hanya progresif, tetapi juga aman, efisien, dan berkelanjutan dalam jangka panjang.

Di tengah tuntutan global terhadap praktik bisnis yang lebih bertanggung jawab, Elnusa Petrofin memilih untuk tidak sekadar beradaptasi. EPN memimpin perubahan dari dalam rantai pasok itu sendiri. Tanjung Sekong bukan titik akhir, melainkan titik tolak. ***

Editor : Abna Hidayati
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH