Menurut Yuly, perjalanan dari kalimat “Aku Berbeda” menuju “Aku Bisa” menyimpan cerita panjang yang tidak mudah dijalani oleh banyak anak berkebutuhan khusus dan keluarga mereka. Di balik perjalanan tersebut terdapat keberanian, penerimaan diri, pengorbanan, serta kerja keras yang sering kali tidak terlihat oleh masyarakat.
Melalui keterlibatan 15 anak down syndrome dalam proyek musik tersebut, Yuly berharap masyarakat mulai melihat anak-anak berkebutuhan khusus dari kemampuan yang mereka miliki, bukan semata-mata dari keterbatasannya. Ia meyakini bahwa ketika mereka diberi ruang yang tepat, kesempatan yang setara, dan kepercayaan yang tulus, potensi luar biasa akan muncul dengan sendirinya.
Kisah Kenneth Trevi menjadi bukti bahwa dukungan, kesempatan, dan keyakinan mampu membuka jalan bagi siapa saja untuk berkembang. Dari seorang penyanyi muda dengan disleksia, Kenneth kini tumbuh menjadi sosok yang tidak hanya berkarya di depan mikrofon, tetapi juga menulis lagu dan berkontribusi dalam proses produksi musik sebagai Recording Engineer. Sebuah perjalanan yang menegaskan pesan sederhana namun kuat: berbeda bukan alasan untuk berhenti, melainkan awal untuk membuktikan bahwa setiap orang bisa.
(Dilaporkan oleh Muhammad Fadhli)
Editor : Marjeni Rokcalva






