Untuk mengatasi berbagai hambatan tersebut, Kenneth menerapkan metode belajar yang sederhana namun efektif. Ia memilih belajar secara bertahap, melakukan banyak pengulangan melalui praktik, serta terus meminta pendampingan dari orang-orang yang memahami kebutuhannya. Filosofi “lihat dulu, ikut dulu, coba dulu, salah tidak apa-apa, lalu ulang lagi” menjadi kunci yang membantunya berkembang hingga mampu menjalankan tanggung jawab teknis di studio.
Kolaborasi bersama Rulli Aryanto juga memberikan pelajaran hidup yang sangat berharga. Kenneth belajar bahwa proses jauh lebih penting daripada hasil akhir. Ia meyakini bahwa keberanian untuk memulai dan terus melangkah, meskipun hanya satu langkah kecil, memiliki arti yang jauh lebih besar dibandingkan memilih untuk tidak bergerak sama sekali.
Lagu “Aku Berbeda Aku Bisa” memiliki makna yang sangat personal bagi Kenneth. Melalui karya tersebut, ia ingin menyampaikan bahwa perbedaan tidak perlu disembunyikan dan tidak ada kewajiban untuk menjadi seperti orang lain agar dianggap berharga. Menurutnya, setiap individu memiliki potensi yang dapat berkembang ketika diberi kesempatan dan kepercayaan.
Pesan pemberdayaan tersebut semakin kuat melalui keterlibatan 15 anak down syndrome dalam video musik lagu tersebut. Kenneth mengaku sangat terkesan dengan antusiasme dan ketulusan para peserta selama proses produksi. Semangat yang mereka tunjukkan menghadirkan energi positif yang membuat proyek tersebut memiliki makna lebih dari sekadar karya musik.
Editor : Marjeni Rokcalva






