Selain itu, Pemprov Sumbar juga terus memperkuat kesiapsiagaan melalui pembentukan Kelompok Siaga Bencana di masyarakat, simulasi evakuasi tsunami secara berkala, penyusunan Dokumen Rencana Kontingensi Tsunami Tahun 2025, integrasi mitigasi bencana dalam kebijakan daerah, serta penguatan kolaborasi pentahelix dalam penanganan bencana hidrometeorologi.
Sementara itu Komandan Sesko TNI, Marsekal Madya TNI Arif Widianto menyampaikan Dikreg LV Sesko TNI Tahun Ajaran 2026 diikuti 157 peserta yang terdiri dari personel TNI AD, TNI AL, TNI AU, Polri, serta lima peserta dari negara sahabat. Pendidikan dilaksanakan dengan sistem blended learning, sementara kegiatan KKDN berlangsung selama 8–12 Juni 2026 di Provinsi Sumatera Utara dan Sumatera Barat.
Penulis / Wartawan: Berita Minang
Editor: Marjeni Rokcalva





