Khatib Idul Adha 1447 H, Prof. Dr. H. Muchlis Bahar, Lc, M.Ag, dalam tausiyahnya menyampaikan, Idul Adha menjadi momentum untuk meneladani perjuangan Nabi Ibrahim AS yang tetap teguh mempertahankan iman dan nilai tauhid di tengah berbagai ujian kehidupan serta krisis moral dan sosial. Ibadah qurban tidak hanya menjadi bentuk ketaatan kepada Allah SWT, tetapi juga wujud kepedulian sosial dan semangat berbagi kepada sesama.
Advertisement
Scroll ke bawah untuk lanjut membaca
“Nabi Ibrahim mengajarkan keberanian menegakkan kebenaran, menjaga akhlak serta tidak mengikuti budaya yang menyimpang dari nilai agama. Karena itu, mari kita bersama menjaga dan memperbaiki diri, keluarga dan lingkungan masyarakat, serta mendukung program Bukittinggi Gemilang, Bukittinggi Kota Perjuangan,” ujarnya.( yus)
Penulis / Wartawan: Yusrizal
Editor: Medio Agusta
Standar Redaksi & Kepercayaan (E-E-A-T): Berita ini ditulis oleh jurnalis Yusrizal dan telah melalui proses verifikasi serta penyuntingan oleh Medio Agusta sesuai Pedoman Media Siber Dewan Pers. Diterbitkan oleh PT Berita Minang Media Sumbar (Susunan Redaksi).





