Prof. Ganefri menambahkan, memasukkan muatan Minangkabau ke dalam kurikulum adalah momentum strategis. Bukan sekadar teori, tapi bagaimana membangun karakter. "Jangan sampai mahasiswa kita pintar, tapi lepas dari akar budayanya," ucapnya.
Diskusi yang dimoderatori Dr. Nofrion, M.Pd (Kasubdit Inovasi Pembelajaran, PPL & RPL) ini berlangsung hangat. Semua sepakat, mata kuliah penciri nanti harus jadi jembatan antara intelektualitas dan nilai-nilai lokal yang selama ini jadi pegangan masyarakat Minang. (ab/humas)
Advertisement
Scroll ke bawah untuk lanjut membaca
#UNP #BeritaUNP #HumasUNP #AlamTakambangJadiGuru #KampusBerdampak #BudayaMinangkabau #SDGs4 #PendidikanBerkualitas #PelestarianBudaya #SDGs11 #KurikulumLokal #KearifanLokal #SDGs16 #UniversitasNegeriPadang
Penulis / Wartawan: Berita Minang
Editor: Marjeni Rokcalva
Standar Redaksi & Kepercayaan (E-E-A-T): Berita ini ditulis oleh jurnalis Berita Minang dan telah melalui proses verifikasi serta penyuntingan oleh Marjeni Rokcalva sesuai Pedoman Media Siber Dewan Pers. Diterbitkan oleh PT Berita Minang Media Sumbar (Susunan Redaksi).





