BUKITTINGGI — Gubernur Sumbar Mahyeldi mendukung wacana menjadikan Kota Bukittinggi sebagai Daerah Istimewa, setara dengan DKI Jakarta dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Hal itu didasarkan pada jejak sejarah Bukittinggi sebagai Ibu Kota Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI).
Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah menyampaikan bahwa wacana tersebut perlu dikaji secara mendalam dan harus bertumpu pada aspirasi masyarakat, termasuk Niniak Mamak, tokoh adat, tokoh masyarakat, cadiak pandai, serta pemangku kepentingan lainnya, baik di daerah maupun di tingkat pusat.
“Perlu adanya dukungan penuh dari berbagai pihak. Dengan latar belakang sejarahnya, Bukittinggi memiliki nilai historis yang setara dengan daerah-daerah yang telah memiliki status keistimewaan di tingkat nasional,” kata Mahyeldi.
Hal tersebut disampaikan Mahyeldi dalam pertemuan dengan Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias, di Istana Bung Hatta, Selasa (20/1/2026) yang membahas penguatan wacana penetapan Kota Bukittinggi sebagai Daerah Istimewa. Dalam pertemuan itu ditegaskan bahwa Bukittinggi memiliki nilai sejarah penting sebagai Kota Perjuangan.
Editor : Marjeni Rokcalva






