Pihak PLN, katanya, tahun 2025 menargetkan sebesar 23 % pembangkit listrik dari energi terbarukan.
Dirut PT. Brantas Abipraya, Bambang E Marsono, melaporkan, pembangunan PLTM diperkirakan memiliki nilai investasi sekitar Rp 200 milyar, dibangun anak usaha Brantas Abipraya yaitu PT Brantas Energi melalui SPC (Special purpose company) PT Brantas Cakrawala Energi hari ini di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat.
Baca juga: Wako Padang Panjang Apresiasi SISSCa 2026 dan Dorong Songket Silungkang Tembus Pasar Global
"Pembangunan PLTM Sako 01 berlangsung selama 41 bulan yang dimulai pada April 2016," katanya.
Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten
Dalam kesempatan itu, Bambang juga menceritakan bahwa sebelum PLTM Sako-1, Brantas Energi juga telah berhasil mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Gorontalo yang berkapasitas 2MW dan PLTM Padang Guci di Bengkulu sebesar 3x2,0MW.Diakhir acara peresmian PLTM dilakukan penyerahan bantuan kepada anak yatim, pemuda dan untuk pembangunan masjid, berjumlah sebesar Rp 60 juta dan penanaman pohon. RND
Editor :






