“Atas nama Pemerintah Daerah Pasaman Barat, kami menyampaikan permohonan maaf karena baru hari ini dapat hadir langsung melihat kondisi di lapangan. Namun, seluruh dampak bencana ini telah kami laporkan kepada pemerintah pusat dan pemerintah provinsi,” ujar Yulianto.
Terkait kondisi sungai, Yulianto menjelaskan bahwa pemerintah daerah juga telah menyampaikan laporan dan koordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) untuk menentukan langkah penanganan yang tepat.
“Selain memenuhi kebutuhan jangka pendek masyarakat terdampak, pemerintah daerah juga menyiapkan langkah jangka panjang, salah satunya melalui perbaikan dan penataan aliran sungai,” tambahnya.
“Aliran sungai yang biasanya besar justru tampak kering, sementara aliran yang sebelumnya kecil kini membesar dan hampir mengancam bangunan masjid,” jelasnya saat meninjau lokasi.
Editor : Berita Minang






