Kemudian Yano Desrianto, cabang Qiraat Mujawad Dewasa, Harini Juliani putri, cabang Hafalan 5 Juz Non tilawah, Musthofa Farid Allaisi, cabang Hafalan 10 Juz.
Selanjutnya ada Najwa Nuraini, cabang Tartil Menengah, Agustullah Rizky, cabang Tartil Umum, serta Raihan Pratama Syafitra dan Milda Yanti Putri, cabang KTIQ.
Menurut Efrizal, MTQ tidak semata-mata dimaknai sebagai ajang kompetisi, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran, penguatan mental, serta pembentukan karakter berbasis nilai-nilai Al-Quran, khususnya bagi generasi muda.
“Yang paling utama adalah keberanian untuk tampil, kepercayaan diri, dan niat ibadah. Prestasi itu penting, tetapi akhlak dan mental yang terbentuk jauh lebih bernilai,” ucapnya.
Penulis / Wartawan: Medio Agusta
Editor: Medio Agusta





