"Dari Aceh sampai Sumatera Barat, bencana datang silih berganti. Kita berdoa semoga ini menjadi batasnya dan tidak berlanjut lagi,” harapnya.
Ia menjelaskan bahwa pola bencana hidrometeorologi semakin terlihat, dengan perubahan cuaca yang cepat dan angin kencang yang bergerak dari Sumatera ke Jawa dan berpotensi kembali lagi.
Menurutnya, situasi ini harus disikapi dengan memperkuat keimanan, kerukunan, dan solidaritas.
Advertisement
Scroll ke bawah untuk lanjut membaca
Elzadaswarman menuturkan bahwa Pemko Payakumbuh meniadakan seluruh kegiatan yang bersifat hura-hura sepanjang tahun ini.Kebijakan itu diambil sebagai bentuk empati terhadap masyarakat yang tengah dilanda musibah.
Penulis / Wartawan: Medio Agusta
Editor: Medio Agusta
Standar Redaksi & Kepercayaan (E-E-A-T): Berita ini ditulis oleh jurnalis Medio Agusta dan telah melalui proses verifikasi serta penyuntingan oleh Medio Agusta sesuai Pedoman Media Siber Dewan Pers. Diterbitkan oleh PT Berita Minang Media Sumbar (Susunan Redaksi).





