PAYAKUMBUH - Selama 4 hari 2 malam syukuran milad 30 tahun Yayasan Pendidikan Islam Raudhatul Jannah (YPI RJ) digelar. Berbagai rangkaian kegiatan telah dilaksanakan dengan sukses dan semarak yang melibatkan seluruh masyarakat kota Payakumbuh. Walikota Payakumbuh, Riza Falepi secara resmi menutup kegiatan tersebut (24/02) di medan nan bapaneh, ngalau indah, Payakumbuh.
"Bila berbicara prestasi, Raudhatul Jannah (RJ) adalah iconnya dan itu adalah fakta. telah banyak RJ memberikan prestasi yang luar biasa untuk mengharumkan kota Payakumbuh" ujarnya, saat memberi kata sambutan.
"Tantangan pendidikan kita begitu kompleks, saya berharap RJ terus berproses dan membiasakan tumbuh di dalam iklim yang berinovasi agar terus berkembang. Saya dahulu sering berdiskusi dengan pak Thamrin Manan (Pendiri YPI RJ) beliau orang yang luar biasa, visioner, idenya begitu luas dan beliau adalah orang yang mendahului zamannnya, telah bertindak sebelum orang bertindak".
YPI RJ merupakan yayasan pendidikan Islam pertama di kota Payakumbuh, dan menjadi salah satu yayasan pelopor dalam membangkitkan semangat pendidikan Islam di provinsi Sumatera Barat.
"Tahun ini, genap 6 lustrum perjuangan dan perjalanannya, semoga menjadi sukses dan tetap menjadi penerang jalan untuk ummat, sekali lagi saya sampaikan Dirgahayu untuk YPI RJ, ujar Riza diujung kata sambutannya.
Juara 1 Cipta Cerpen tingkat SLTP atas nama Arimbi Dwi Setyo, Juara 1 Cipta Puisi tingkat SD M. Felix Fulvian dan juara 3 tari kreasi (Marsha, Naila, Alya, Afifah dan Yasmin).
Penutupan dan pengalungan piagam ini turut dihadiri juga oleh, Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga.
Rangkaian Kegiatan
Syukuran 30 tahun YPI RJ dimulai sejak hari kamis (20/02) dengan kegiatan seminar Nasional yang mengundang 4 rektor universitas ternama di Sumbar. Universitas Negri Padang (UNP), IAIN Batusangkar, IAIN Bukittinggi dan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB) mengusung tema "Strategi Membangun SDM Yang Berintegritas Dalam Pembangunan Nasional".
Editor :






