Selama mengamati, tidak semua bunga Rafflesia arnoldii atau bunga bangkai berhasil mekar sempurna. Ada bunga yang patah digigit tupai, monyet simpai, tikus tanah. Saya pernah melihat kijang mengasah tanduk ke bunga, ucap Heru.
Satwa-satwa liar sepertinya juga penasaran dengan bau dan warna bunga, jika waktu mekar bunga sudah dekat terkadang saya memagari bunga dengan kayu atau menutupnya dengan daun supaya tidak diganggu satwa liar, sambung Heru.
Kepada pengunjung selalu saya sampaikan, kondisi bunga yang tadinya mekar sempurna lengkap dengan kelopak bisa saja sudah berubah atau patah ketika mereka sampai di lokasi.
Sangat disarankan masuk kawasan hutan bersama pemandu wisata resmi atau petugas BKSDA! Heru dan saya sering melihat jejak kaki harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) si predator puncak hutan Sumatera.
Satwa-satwa penyerbuk alami bunga menghilang karena hutan terbakar atau hutan beralih fungsi, ini yang dicemaskan Heru.
Heru selalu menolak permintaan untuk menjual biji bunga bangkai, untuk satu biji bunga yang berwarna merah itu pembeli nakal ini berani menebus $ 10. Biarlah bunga langka ini mekar di habitat aslinya bukan di luar negeri, tegas Heru.
Selagi hutan terjaga Heru yakin puspa-puspa langka ini akan terus mekar, jika bunga mekar nagari (desa) saya juga semakin terkenal karena terus dikunjungi. Heru berharap, sepulang melihat bunga mekar di KBA Rafflesia Batang Palupuh pengunjung menjadi duta lingkungan dan ikut berkampanye pentingnya menjaga hutan Sumatera.
Untuk keamanan dan kenyamanan wisatawan yang ingin melihat bunga mekar Heru bercita-cita mendirikan posko siaga di titik-titik bunga mekar, selain tempat informasi dan edukasi, posko ini bisa menjadi tempat istirahat jika ada wisatawan yang kelelahan atau butuh obat-obatan.
Editor : Adi Prima






