Ma’ruf Amin juga mengatakan, Indonesia seharusnya menjadi pusat peradaban wakaf modern. Sebab, mayoritas rakyatnya beragama islam.
“Wakaf tidak hanya soal pahala, tetapi harus melahirkan kemaslahatan nyata. Bila dikelola profesional, wakaf dapat menjadi solusi berbagai persoalan sosial, termasuk kemiskinan.”tukuknya.
Menteri Agama, Nasaruddin Umar, menambahkan bahwa ukuran keberhasilan wakaf bukan pada besaran aset, melainkan manfaat yang berkelanjutan.
“Keberhasilan wakaf bukan soal megahnya bangunan, tetapi manfaat yang dinikmati generasi mendatang,” katanya.
Ia menyebut saat ini 278 ribu bidang tanah wakaf sudah tercatat resmi di BPN, dan kementeriannya tengah menyiapkan regulasi baru untuk memperkuat ekosistem wakaf uang.
“Jika dikelola profesional, wakaf bisa menjadi modal pembangunan, dari pendidikan hingga UMKM,” ujarnya.
Editor : Marjeni Rokcalva






