“Kita bersyukur atas capaian ini. Anak-anak sudah tampil maksimal di tengah persaingan yang sangat ketat. Hasil ini akan menjadi bahan evaluasi untuk menatap PON 2028 di NTB dan NTT,” ujar Hamdanus.
Senada, Sekretaris KONI Sumbar Anandya Dipo Pratama yang mendampingi langsung atlet di arena menambahkan bahwa semangat dan kebersamaan kontingen menjadi modal berharga untuk masa depan olahraga bela diri Sumbar.
“Kami menyaksikan langsung perjuangan luar biasa para atlet di setiap laga. Meski belum semua target tercapai, semangat juang mereka patut diapresiasi. Ini menjadi fondasi kuat untuk pembinaan jangka panjang,” kata Anandya Dipo.
Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten
Dengan berakhirnya seluruh cabang bela diri, kontingen Sumbar menutup kiprahnya di PON Beladiri II 2025 dengan catatan positif. Fokus kini diarahkan pada evaluasi dan peningkatan program pembinaan atlet menuju PON 2028 mendatang. (*)
Editor : Marjeni Rokcalva







