"Dengan penerapan PUG, diharapkan pembangunan dapat memberikan manfaat yang adil dan merata bagi seluruh masyarakat, baik laki-laki maupun perempuan, tanpa adanya diskriminasi,"katanya.
Selain itu , Wako Ramlan juga menyampaikan, Pemerintah Kota Bukittinggi terus berkomitmen untuk mewujudkan pembangunan yang responsif gender. Perempuan dan laki-laki diharapkan memiliki kesempatan yang sama dalam mengakses, berpartisipasi, mengontrol, serta memperoleh manfaat dari pembangunan, ungkap Ramlan.
Dikatakannya, dengan kerja sama seluruh pihak, Ramlan, optimistis Kota Bukittinggi dapat kembali meraih predikat utama dalam evaluasi Pengarusutamaan Gender (PUG) tahun 2025 melalui Penganugerahan Parahita Ekapraya (PPE).
Sementara Kepala Dinas P3ABPKB Kota Bukittinggi, Nauli Handayani, menjelaskan bahwa kegiatan ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut dari surat Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia terkait evaluasi penyelenggaraan PUG tahun 2024 yang menjadi dasar penilaian Penganugerahan Parahita Ekapraya (PPE) tahun 2025,ungkapnya.( yus)
Editor : Medio Agusta






