“Kita juga sudah sampaikan ke Bulog, agar bantuan Bukittinggi, diberikan beras kualitas premium. Jika memang anggarannya biasa untuk 20 kg, kalau untuk beras kuruik kusuik hanya 15 kg, tidak apa apa. Agar penerima bantuan dapat yang terbaik juga,” ungkapnya.
Lebih lanjut Wako menyngkapkan, Pemko Bukittinggi juga akan mengajukan bantuan serupa pada tahun 2026 mendatang. Tidak hanya dengan jumlah yang sama, tapi bisa ditingkatkan, pungkasnya.
Sementara Ketua DPRD Bukittinggi, Syaiful Efendi, mengatakan, DPRD mendukung penuh program bantuan sosial dari pemerintah kota untuk lansia dan penyandang disabilitas ini.
“Ini menjadi kewajiban pemerintah daerah, untuk membantu warga yang memang membutuhkan, terutama bagi mereka yang tidak menerima bantuan dari nasional. Di sini lah peran pemerintah daerah untuk intervensi menjangkau mereka yang tidak dapat bantuan pusat melalui APBD. Pemenuhan SPM jadi salah satu konsen kita dan DRPD tentu akan mendukung program ini,” ungkapnya.
Editor : Berita Minang






