Menurutnya, menampilkan tradisi Mauluan Kain dalam event budaya merupakan langkah konkret melestarikan warisan leluhur. Ia berharap generasi muda dapat memahami nilai-nilai positif dalam setiap prosesi adat.
“Jika ajaran adat tidak diamalkan dalam kehidupan bermasyarakat, maka akan hilang budi di dalam diri. Pepatah adat mengingatkan, adaik kok kurang takurasai, dunia manjadi takupalang,” kata Elzadaswarman.
Program Satu Nagari Satu Event dinilai menjadi wujud nyata sinergi antara pemerintah, lembaga adat, Bundo Kanduang, tokoh masyarakat, hingga generasi muda. Dengan semangat kebersamaan itu, Pemko Payakumbuh menargetkan nagari-nagari menjadi destinasi wisata budaya yang bernilai ekonomi sekaligus memperkuat identitas lokal.
Elzadaswarman juga menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh pihak yang terlibat, termasuk Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga, pengurus LKAAM, KAN, Bundo Kanduang se-Kota Payakumbuh, serta Rang Mudo dan Puti Bungsu Nagari Aie Tabik.
Editor : Medio Agusta






