Bima Wp mengemas lagu Raksasa Palsu ke dalam konsep grunge dengan agak jenaka di verse awal, karena membayangkan orang yang sedang bermimpi. Pada bagian reffrain, lebih ke emosi kekesalan, karena melihat akibat keserakahan yang tidak bertanggung jawab. Lalu pada interlude, lead guitar seperti klimaks kemarahan yang sudah tak terbendung ingin melawan.
Menurut Bima Wp, karya-karya lagu Nugie selalu jujur apa adanya, membuatnya lebih bebas mengekspresikan diri dalam pembuatan musik Raksasa Palsu. Lagu tersebut tentang keresahan pada keserakahan yang banyak merugikan, baik lingkungan dan manusia.
“Dengan karakter suara khas seorang Nugie yang nge-grunge dalam balutan arransemen musik yang saya buat, semoga bisa sedikit banyaknya mengobati kerinduan pada musik-musik seperti ini,” kata Bima Wp.
Selain itu, kolaborasi Nugie dan Bima Wp menjadi bukti bahwa musik bisa melintasi batas generasi. Meski terdapat perbedaan usia antara mereka, keduanya bisa bekerja sama dengan sangat harmonis. Ini juga membuktikan bahwa musik adalah bahasa universal yang bisa menyatukan berbagai perbedaan.
Editor : Marjeni Rokcalva






