IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Serap Aspirasi Warga, Muzar DPRD Pasbar Soroti Kerusakan Jalan di Luhak Nan Duo

Muzar, turun langsung melihat kondisi jalan Luhak Nan Duo dan Sasak Ranah Pasisia, (7/7)
Muzar, turun langsung melihat kondisi jalan Luhak Nan Duo dan Sasak Ranah Pasisia, (7/7)
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

Pasaman Barat — Kondisi sejumlah ruas jalan penghubung antarnagari di Kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman Barat, kembali menjadi perhatian masyarakat. Kerusakan yang terjadi di beberapa titik tidak hanya menghambat aktivitas warga, tetapi juga menyangkut akses yang digunakan sebagai jalur evakuasi ketika terjadi bencana tsunami. (7/7)

Ruas jalan yang menghubungkan wilayah Nagari Koto Baru, Mahakarya dan Kapar tersebut ditemukan mengalami kerusakan cukup berat. Sejumlah lubang berukuran besar dan permukaan jalan yang tidak lagi layak membuat pengendara harus ekstra berhati-hati saat melintas.

Menindaklanjuti laporan masyarakat, anggota DPRD Pasaman Barat dari daerah pemilihan Luhak Nan Duo dan Sasak Ranah Pasisia, Muzar, turun langsung melihat kondisi jalan. Peninjauan dilakukan bersama warga untuk mendengar keluhan sekaligus melihat titik-titik kerusakan yang selama ini menjadi perhatian masyarakat.

Tokoh masyarakat sekaligus anggota Bamus Nagari Koto Baru, Irwandi, mengatakan salah satu kerusakan yang cukup parah berada pada ruas dari kawasan Pasar Simpang Tigo hingga Pasar Kapar. Menurutnya, panjang bagian jalan yang membutuhkan perhatian diperkirakan mencapai sekitar satu kilometer.

Ia menjelaskan ruas tersebut memiliki fungsi penting bagi aktivitas masyarakat sehari-hari. Selain menjadi akses transportasi dan kegiatan ekonomi, jalan itu juga dinilai memiliki peran strategis karena digunakan sebagai jalur evakuasi masyarakat apabila terjadi bencana tsunami.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
Warga berharap persoalan tersebut segera mendapat perhatian pemerintah daerah. Kerusakan yang berlangsung cukup lama dinilai tidak hanya berdampak terhadap kelancaran transportasi, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan dan menyulitkan masyarakat ketika membutuhkan akses cepat dalam kondisi darurat.

Muzar meminta pemerintah daerah mempertimbangkan pengalokasian anggaran pada perubahan APBD 2026 untuk menangani ruas jalan tersebut. Ia menilai perbaikan infrastruktur perlu menjadi perhatian karena menyangkut kepentingan masyarakat sekaligus aspek keselamatan, terutama pada ruas yang berfungsi sebagai akses evakuasi bencana.

Selain itu, Muzar mendorong agar peluang penyesuaian anggaran dan sumber pembiayaan daerah dapat dimanfaatkan untuk mempercepat penanganan infrastruktur. Ia menyebut beberapa ruas yang perlu menjadi perhatian, di antaranya jalan dari Pasar Simpang Tigo menuju Simpang BRI Lama arah Padang serta ruas Jalan Bedeng di Nagari Kapar, dari Rimbo Piati hingga Simpang Padang Lawas dan kawasan Pasar Kapar.

Masyarakat berharap hasil peninjauan DPRD tersebut dapat ditindaklanjuti melalui perencanaan dan penganggaran yang konkret. Perbaikan jalan diharapkan tidak hanya memperlancar mobilitas warga dan kegiatan perekonomian, tetapi juga memastikan akses evakuasi tetap dapat digunakan dengan aman ketika sewaktu-waktu dibutuhkan.

(*rri)

Editor : Berita Minang
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH