Dikatakan Zhang Min, dari tahun 1938 hingga 1945, Yu Dafu pertama kali berpartisipasi dalam propaganda anti- Jepang dan penyelamatan nasional di Singapura, menyerukan warga Tionghoa perantauan untuk menyatukan patriotisme dan mendukung perang anti-Jepang. Banyak warga Tionghoa perantauan kembali ke Tiongkok untuk berpartisipasi dalam perang anti-Jepang; Kemudian, ia mengasingkan diri di Padang, Bukittinggi, Payakumbuh dan tempat lain di Sumatera Barat. Selama berada di Payakumbuh, ia memanfaatkan kesempatan ketika dipaksa bekerja sebagai penerjemah untuk polisi militer Jepang setempat dan diam-diam menyelamatkan serta melindungi banyak kalangan budaya yang diasingkan, para pemimpin Tiongkok perantauan yang patriotik, dan penduduk setempat.
"Karena itu, ia menjadi pahlawan di mata masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Tionghoa setempat dan masyarakat Tionghoa perantauan," kata Zhang Min menambahkan.
Ditambahkan Zhang Min, diharapkan kita dapat meneruskan tradisi baik dan mewarisi patriotisme serta semangat anti-fasis internasional Tuan Yu Dafu. Terus memanfaatkan keunggulan unik kita dalam menghubungkan Tiongkok dengan Negara asing lainnya, katanya.
Sumber : awap







