"Nah, untuk mencapainya, kita lakukan upaya-upaya khusus. Baik itu pembekalan SDM, fasilitas air bersih dan akses yang memadai, termasuk penyebarluasan informasi melalui berbagai media. Begitu juga dengan perencanaan dan program strategis dari pemerintah daerah hingga tingkat nagari sangat berperan untuk mewujudkannya," tutur Kepala Dinas Kesehatan Sijunjung, drg Ezwandra,BAc.
Bahkan Bupati Yuswir Arifin minta pada OPD terkait agar masalah BAB sembarangan itu segera tuntas. "Tak harus menunggu tahun 2021 kalau sekarang bisa dituntaskan,"tambah bupati lagi mengakui Kabupaten Sijunjung juga pernah dapat bantuan CSR dari BCA.
"Diharapkan ada bantuan dari pihak perbankan lainnya untuk upaya semaksimal mungkin agar tak ada lagi BAB sembarangan. Kedepannya tak ada lagi BAB sembarangan dan itu tak harus menunggu tahun 2021,"tegas bupati Yuswir Arifin.
Hebatnya lagi, menurut Kepala Dinas Kesehatan Sijunjung, drg Ezwandra,BAc, untuk memaksimalkan agar tidak ada lagi BAB sembarangan, malah ada nagari yang melakukan arisan membuat jamban. "Dan arisan membuat jamban ini dilakukan pertamakali Bagari Lalan,"kata Ezwandra.
Selain dihadiri unsur Forkopimda, Sekdakab Zefnihan, para pimpinan OPD, staf ahli bupati, para Kapus, camat dan walinagari juga hadir. Sementra Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Barat dihadiri Kabid Puskesmas Dinas Kesehatan Sumbar, Syafwan,MKM.
"Secara prinsip mereka tidak buang air sembarangan, tetapi sharring (menumpang) di tempat yang memenuhi syarat. Nah, yang menumpang ini yang menjadi komitmen kita pada 2020 untuk secara bersama-sama untuk membantu menuntaskan dasilitasnya,baik per-rumah atau jamban umum/komunal,"tambah Sekdab lagi.
spt
Sumber: jurnalsumbar.com
Editor :






