BUKITTINGGI - Luar biasa Wako Bukittinggi Erman Safar dalam menciptakan magnet baru dalam pertumbuhan ekonomi warganya. Lahan terlantar selama puluhan tahun di sulap jadi destinasi wisata kuliner berupa Stasiun Lambuang.
Proses pembangunan stasiun Lambuang ini, memakan waktu dua tahun anggaran APBD Kota Bukittinggi 2022 dan 2023 yang dibangun di atas lahan eks stasiun milik PT KAI.
Pemanfaatan angunan stasiun Lambuang tang terbesar di Sumbar ini, telah dilounching oleh Mentri BUMN RI, Erick Tohir, bersama Anggota DPR RI dan Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar, yang ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Menteri BUMN, di Stasiun Lambuang, Rabu (06/03), kemaren
Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar, mengakan, Stasiun Lambuang ini, dibangun dengan konsep pusat kuliner terpadu yang pertama di Sumatera Barat.
"Kami ingin ambil kunjungan wisata nasional ke Bukittinggi. Kita kedepankan kearifan lokal dan kebutuhan pengunjung. Dimana, tahun 2021 lalu, saat masa covid, ada 800 ribu pengunjung masuk ke Bukittinggi, tahun 2022 terdapat 1,4 juta pengunjung dan 2023 Bukittinggi menerima 1,2 juta pengunjung," jelas Wako Erman Safar.
Mentri BUMN, Erick Tohir, mengapresiasi Pemko Bukittinggi yang membangun Stasiun Lambuang.
Menurut Erick Tohir, Stasiun Lambuang ini, berkat kerjasama antara Pemko Bukittinggi dan BUMN yang ada. "Saya apresiasi ini. Bukittinggi harus disupport untuk jadi Kota Pariwisata. Kontrak kerjasama dengan PT. KAI kita support juga sampai 10 tahun. Ini akan diurus oleh PT. KAI," ungkapnya.
Ikut memberi sambutan Anggota DPR RI, Andre Rosiade.
Pada kesempatan itu, diserahkan CSR dari BNI untuk Pemko Bukittinggi dan KUR untuk pedagang. CSR dari PLN, Bank Nagari untuk Pemko Bukittinggi. Selain itu, juga diserahkan CSR dari PT. KAI, Angkasa Pura kepada Dandim 0304 Agam.
Editor :






