Padang Aro - Nagari Bomas Koto Baru Kecamatan Sungai Pagu, nagari pertama di Solok Selatan mensinkronkan Progul Bupati dan Wakil Bupati Solsel ' Suka Sapi Suka Durian ' dengan melaksanakan penyaluran sapi pada Kelompok Tani (Keltan) yang ada di Nagari tersebut.
" Ini adalah nagari pertama yang baru melaksanakan penyaluran bantuan ternak sapi pada masyarakat melalui dukungan Dana Desa di nagari" jelas Wardoyo mewakili Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Solsel saat penentuan Teknis Calon Kelompok Penerima Sapi di (Pos Luhnag) Nagari Bomas, Kamis (2/11/2023).
Bahkan kegiatan penyerahan bantuan sapi tersebut, tentu menjadi pilot projek pertama Pemerintahan Nagari di Solok Selatan ini dalam mengimplementasikan Program Unggulan Pemerintah Kabupaten Solok Selatan dimasa kepemimpinan Bupati H. Khairunas dan Wabup. H. Yulian Efi, dalam menyalurkan bantuan Satu Sapi satu keluarga, " tambah Wardoyo yang juga Pj. Wali Nagari Persiapan Pekonina Pauh Duo.
Ditambahkannya, bahwa kegiatan ini, pihaknya akan memaparkan secara teknis terkait sasaran penerima bantuan sapi yang akan disalurkan oleh Pemerintahan Nagari Bomas Solok Selatan.
" Hari ini, kesepakatan bersama yang akan dilakukan Keltan yang sudah terdaftar di Sistim Informasi Penyuluhan Pertanian (Simluhtan), akan menjadi syarat penting dalam penyelenggaraan program bantuan Sapi Satu Kelompok Tani ini," pungkas Wardoyo.
Sementara itu, Pj. Wali Nagari Bomas Yuli Herman menjelaskan bahwa sebelum penyaluran bantuan Sapi untuk satu Kelompok Tani di Nagari ini, perlu dilakukan rapat atau musyawarah, terkait teknis calon penerima dan teknis administrasi yang mesti dilengkapi oleh Keltan.
Pelaksanaan program bantuan satu sapi satu kelompok tani tersebut pada tahun ini baru bisa dilaksanakan sebanyak tiga ekor sapi untuk tiga kelompok tani yang dibagi untuk tiga wilayah yang ada di Nagari Bomas Koto Baru.
Artinya di Nagari Bomas ada tiga wilayah, diantaranya wilayah Sungai Durian, Mato Aia dan wilayah Bangko. " Nanti dari masing-masing wilayah tersebut akan ditetapkan satu Keltan yang akan menerima bantuan sapi tersebut," jelasnya.
Selain itu, Yuli Herman berharap agar program membangun ketahan pangan masyarakat melalui penyaluran bantuan satu sapi satu Keltan itu, betul-betul akan mewujudkan harapan Pemerintah dalam menggairahkan perekonomian masyarakat.
Editor : Marjeni Rokcalva






