JAKARTA - Puluah mahasiswa Indonesia yang sedang menuntut ilmu di Wuhan China minta segera di evakuasi. Keinginan ini disebutkan Nur Musyafak, Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Wuhan sebagaimana dilansir bbc.com, Minggu (26/1/2020).
Ia juga menceritakan, Sejauh ini menurut dia, kondisi kesehatan para mahasiswa baik. Pemeriksaan kesehatan yang dilakukan kampus-kampus pada pertengahan Januari lalu memastikan tak ada satupun mahasiswa Indonesia yang terkena virus corona.
Tak cuma itu, kampus juga rajin membagikan masker, sabun cuci tangan, dan kerap memberikan informasi seputar virus 2019-nCoV. Kendati demikian, pihak berwenang mewanti-wanti agar tidak sering-sering keluar dan bepergian ke tempat ramai.
Sementara untuk kebutuhan makanan sehari-hari masih mencukupi lantaran toko di area kampus masih buka.
"Sampai saat ini supermarket di dalam kampus masih buka, jadi logistik masih aman."
'Kami diinstruksikan jangan sering keluar'
Nur Musyafak juga bercerita, mula-mula mengetahui virus corona pada awal Januari silam lewat pemberitaan di media lokal. Tapi kala itu, kondisinya tidak terlampau parah dan hanya beberapa saja yang dilarikan ke rumah sakit.
Itu mengapa teman-teman mahasiswa Indonesia 'tidak terlalu menanggapi'. Begitu pula dari pihak KBRI tidak memberikan informasi atau peringatan apapun.
"Awal-awal (pemberitaan ada virus corona) tak ada kekahwatiran. Soalnya kita mikirnya ini virus biasa dan tidak akan bertahan lama," ujar Nur Musyafak.
Editor :






