IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Cari Biaya Kuliah ke Yaman, Dua Calon Mahasiswa Curhat di Kominfo Padang Panjang

Muhammad Danil dan Ridwan Suhaimi, tamatan Pondok Pesantren Madrasahsatul'ulum Lubuk Pandan dan Lubuk Pua, Padang Pariaman saat curhat ke Kadis Kominfo, Drs. H. Ampera Salim, S.H, M.Si dan Wartawan Senior Syamsu Darman. Foto: Kominfo Padang Panjang
Muhammad Danil dan Ridwan Suhaimi, tamatan Pondok Pesantren Madrasahsatul'ulum Lubuk Pandan dan Lubuk Pua, Padang Pariaman saat curhat ke Kadis Kominfo, Drs. H. Ampera Salim, S.H, M.Si dan Wartawan Senior Syamsu Darman. Foto: Kominfo Padang Panjang
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

PADANG PANJANG -Muhammad Danil dan Ridwan Suhaimi, tamatan Pondok Pesantren Madrasahsatul'ulum Lubuk Pandan dan Lubuk Pua, Padang Pariaman, adalah anak pintar dan diterima kuliah di Universitas Al- Ahgaf Hadramaut, Yaman.

Republik Yaman, adalah sebuah negara paling selatan di Jazirah Arab di Asia Barat, bagian dari Timur Tengah. Yaman berbatasan dengan Laut Arab di sebelah selatan, Teluk Aden dan Laut Merah di sebelah barat, Oman di sebelah timur dan Arab Saudi di sebelah utara. Orang - orang keturunan Arab di Indonesia sebagian besarnya berasal dari negara ini.

Mereka berdua anak petani miskin dan membutuhkan biaya puluhan juta rupiah, untuk biaya keberangkatan dan keperluan kuliah. Mereka datang ke Kominfo Padang Panjang, untuk dikisahkan kesulitan yang kini mereka alami kepada masyarakat luas, demi mendapatkan bantuan dana.

Keduanya diterima Kadis Kominfo, Drs. H. Ampera Salim, S.H, M.Si dan Wartawan Senior Syamsu Darman yang juga berada di ruangan Ampera.

M. Danil anak ke-6 dari tujuah bersaudara pasangan Syahruddin dan Syamsiar, asal Jorong Luhung, Nagari Singgalang, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar. Sedangkan Ridwan Suhaimi anak bungsu dari delapan pasangan suami istri, Hasan Basri dan Nurhayati, asal Kampung Paneh, Nagari Padang Toboh Ulakan, Kecamatan Tapakis, Kabupaten Padang Pariaman.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
"Kami butuh biaya untuk mewujudkan cita-cita belajar di salah satu universitas Islam terkemuka di Yaman," kata M. Danil dan Ridwan Suhaimi di Padang Panjang, Kamis (24/8).

Kedua calon mahasiswa datang ke Kota Padang Panjang dalam upaya mencari donatur/sumbangan.

Danil butuh biaya Rp95.620.000. Sementara Ridwan perlu Rp76 juta. Dana sebesar itu untuk biaya keberangkatan, visa, jaminan tiket pesawat pergi dan tiket jaminan pulang, pajak izin tinggal, biaya makan satu tahun, infak untuk universitas dan biaya-biaya lainnya yang harus disetorkan sebelum tanggal 15 September 2023 mendatang. Bila tidak disetor mereka dianggap mengundurkan diri dan gagal melanjutkan pendidikan.

Sebelumnya, untuk dinyatakan lulus dan diterima, mereka sudah berjuang mengikuti tes yang dilaksanakan Kemenag RI di Palembang Juli lalu, diikuti lebih 500 orang peserta.

"Sampai sekarang masing-masing baru bisa mengumpulkan dana sekitar Rp20 jutaan. Kami berharap ada donatur membantu kami," kata Ridwan.

Editor :
Tag:
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH