Muaralabuh - UPT SMP Negeri 19 Solsel yang beralamat di Mudia Lawe, Kecamatan Sungai Pagu terus konsisten dengan motto sekolah yang sudah ditetapkan, yaitu Bangkit Berbasis Agama
Hal tersebut dibuktikan dengan tepatnya pelaksanaan pembangunan budi pekerti dan bidang keagamaan bagi peserta didik, pasca dimulainya Tahun Pelajaran 2023/2024 di sekolah tersebut.
" Kita tetap konsisten dengan Motto Bangkit Berbasis Agama disekolah yang berjuluk Spenlaw ini, dengan pelaksanaan rutin kegiatan keagamaan di Labor Agama sekolah dibawa binaan Jon Hardi, S. Ag, " jelas Kepala UPT SMP Negeri 19 Solsel, Yuges Oktris. S. Pd, Selasa (18/7/2023).
Menurutnya, aktifitas kegiatan keagamaan dan pelaksaan rutin bersih lingkungan dengan stor sampah, shalad duha dan tahfidz jelang masuk lokal untuk kegiatan belajar mengajar sudah menjadi tradisi di sekolah tersebut.
Dampaknya, pada tahun ini ada peningkatan dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk Tahun Pelajaran 2023/2024 yaitu sebanyak 35 orang. Bahkan dari peserta didik baru tersebut, tercatat juga banyak yang berasal dari Madrasah Ibtidaiyah dan beberapa sekolah SD yang jauh dari lokasi sekolah.
Hal tersebut tentu akan menjadi sebuah tanda tanya pihaknya dari kesepakatan yang sebelumnya sudah dilakukan bersama oleh seluruh Kepala Sekolah SD, SMP, Wali Nagari, Camat Sungai Pagu dan dari Dinas Pendidikan Solsel jelang mulai PPDB dulu.
Terlepas dari itu, Yuges Oktris dengan dukungan seluruh majelis guru, Ketua Komite Sekolah Efendi Dt Jo Aminullah dan orang tua murid tetap optimis untuk mewujudkan Spenlaw ini menjadi sekolah yang menghasilkan peserta didik berkualitas dibidang ilmu pengetahuan, ilmu agama dan budi pekerti.
Semua itu, mereka lakukan dengan tetap melaksanakan kegiatan rutin ' Papaberlian ' atau Pagi-Pagi Bersih Lingkungan, dengan dilanjutkan kegiatan shalad duha dan kegiatan Tahfidz Qur'an.
Bahkan peserta didik, jelang memasuki lokal untuk belajar mereka harus mendapat tanda bukti dari guru piket bawa mereka sudah stor sampah, shalad duha dan mengaji," tambah Yuges. (AA)
Editor : Marjeni Rokcalva






