Ketua Umum Apkasi itu mengatakan, dengan menjadi tuan rumah HLUN dan Hari Tagana, Dharmasraya dikunjungi dari seluruh pelosok Indonesia. Dari Aceh sampai Papua, dari Miangas sampai Pulau Rote.
Dijelaskan, dengan kehadiran Mensos beserta jajaran di Kabupaten Dharmasraya, memberi motivasi tersendiri bagi para lansia, dalam menjalani kehidupannya sehingga, lansia terawat, Indonesia bermartabat dapat diwujudkan.
"Rangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan dan sedang berlangsung, terdapat 16 program kegiatan yang diberikan kepada 6.886 lansia penerima manfaat. Kami mengusulkan penambahan jumlah lansia penerima manfaat, karena saat verifikasi di lapangan oleh pendamping PKH dan TKSK ditemukan banyak lansia yang memenuhi persyaratan sebagai penerima manfaat baik yang terdaftar maupun yang belum terdaftar di DTKS sebanyak 5.362 orang," bebernya lagi.
Selain itu, Bupati juga mengatakan bahwa di Baznas di Kabupaten Dharmasraya dalam kegiatan HLUN juga menyalurkan zakat umat kepada 100 orang lansia miskin sebanyak Rp.32.000/hari selama satu bulan.
"Sekali lagi, saya atas nama Pemkab Dharmasraya mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang tulus kepada Ibu Menteri beserta seluruh jajaran yang melakukan bhakti sosial di Kabupaten Dharmasraya. Sehingga manfaatnya sangat dirasakan oleh masyarakat kami di Kabupaten Dharmasraya terutama kaum lansia. Semoga sumbangsih, tenaga dan pengorbanan yang ibu bapak berikan dapat menjadi amal ibadah di sisi Allah," ujar Bupati Dharmasraya yang selalu terlihat energik dan bersemangat dalam membangun Kabupaten Dharmasraya.
Pasca menghadiri HLUN, Mensos berkunjung ke RSUD Sungai Dareh untuk melihat proses operasi katarak bagi lansia. Operasi ini merupakan layanan bidang kesehatan yang disediakan dalam HLUN. Layanan kesehatan meliputi meliputi pemeriksaan kesehatan dasar (gula darah, tekanan darah, kolesterol, asam urat), dan donor darah.
Kegiatan lainnya adalah pemberian penghargaan kepada lanjut usia dan pihak-pihak yang telah berprestasi dan berkontribusi terhadap penanganan isu-isu kelanjutusiaan baik perseorangan, keluarga dan kelompok. Kemudian pameran produk kreatifitas lanjut usia (kerajinan tangan, lukisan, batik, atau hasil kreasi lainnya).
Dilakukan pula bimbingan teknis perawatan lanjut usia kepada pendamping sosial, kader dasawisma, kader posyandu dan kader posbindu. Kemudian ada juga penayangan video success story lanjut usia; kampanye melalui banner, spanduk, baliho, media elektronik, dan media cetak; webinar kelanjutusiaan.
Kemensos menyebar seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) dari seluruh Indonesia, dari Aceh hingga Papua, untuk memberikan pelayanan kepada lansia di 11 kecamatan di Dharmasraya. Tidak hanya itu, Kemensos juga mendatangkan Taruna Siaga Bencana (Tagana) dari berbagai wilayah di Indonesia untuk bahu membahu membangun jembatan, taman lansia, dan Rumah Sejahtera Terpadu bagi lansia. Hal ini juga sekaligus untuk merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Tagana ke 19. Tagana telah menjelma menjadi salah satu Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial yang paling dekat dengan masyarakat yang selalu siaga merespon cepet kejadian bencana.
Editor :






