PADANG - Universitas Negeri Padang pada saat ini sedang dalam proses penerimaan mahasiswa baru melalui jalur SNBT UTBK yang diikuti sekitar 21.000 dan peminat ke Universitas Negeri Padang dari berbagai tempat UTBK di Indonesia ada sekitar 30.000 peserta. Sebelumnya Universitas Negeri Padang juga telah menerima mahasiswa melalui jalur SNBT Prestasi.
Rektor Universitas Negeri Padang Prof. Ganefri, Ph.D. menyampaikan hal itu dalam sambutannya pada kegiatan Subuh Mubarak Universitas Negeri Padang yang diselenggarakan oleh Fakultas Pariwisata dan Perhotelan pada Jumat (19/5) pagi ini yang dilaksanakan di Masjid Al-Azhar Kampus UNP Air Tawar Padang. Kegiatan Subuh Mubarak ini juga dilaksanakan secara virtual yang diikuti oleh pimpinan dan sivitas akademika Universitas Negeri Padang.
"Kita berharap mahasiswa Universitas Negeri Padang dapat menyelesaikan perkuliahan secara tepat waktu karena hal itu sangat penting dan pimpinan serta dosen dapat menyelenggarakan proses perkuliahan secara maksimal," tambah Prof. Ganefri, Ph.D.
Pada kesempatan itu, Prof. Ganefri, Ph.D.menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas kesediaan Ustaz Ahmad Wira, M.Ag., Ph.D. yang merupakan Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Imam Bonjol Padang sebagai penceramah pada kegiatan Subuh Mubarak Universitas Negeri Padang yang diselenggarakan secara luring dan daring.
Dalam ceramahnya dengan topik "Karakter Entrepreneur dalam Islam",Ustaz Ahmad Wira, M.Ag., Ph.D. menyampaikan tentang perspektif Islam dalam kaitannya dengan entrepreneur dalam kehidupan.
"Sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang makan dan hidup dengan usahanya sendiri, dengan tangannya sendiri. Jadilah manusia yang tidak membebankan orang lain," jelas Ustaz Ahmad Wira, M.Ag., Ph.D.
Lebih lanjut kata Ustaz Ahmad Wira, M.Ag., Ph.D., menyampaikan apa saja perbuatan dalam kehidupan ini harus diniatkan sebagai ibadah sehingga apapun perbuatan kita akan memperoleh dua hal yakni manfaat dari perbuatan itu dan bernilai pahala dari perbuatan tersebut.
"Dalam berbisnis harus membangun keseimbangan dunia dengan akhirat. Allah sudah mengingatkan manusia bahwa banyak manusia yang meninggalkan ibadah karena bisnis dan karena permainan di dunia. Untuk itu berhati-hatilah dalam berbisnis dan janganlah lalai beribadah ketika berbisnis tersebut," tambah Ustaz Ahmad Wira, M.Ag., Ph.D.
Pada kesempatan itu, Ustaz Ahmad Wira, M.Ag., Ph.D. juga menambahkan bahwa menjadi pebisnis haruslah tetap berorientasi untuk akhirat dan tetap menjadi orang-orang yang saleh.
Editor :






