Umur 25-49 tahun, laki-laki 602, perempuan 177, dengan jumlah 779 orang dengan persentase 73,2%.
Umur 50 tahun ke atas tercatat laki-laki 20 orang, perempuan 238 orang dengan persentase 2,3 %.
Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar, menjelaskan, HIV adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia, dapat menimbulkan berbagai penyakit yang disebut AIDS. Jika tidak ditangani dengan serius maka dapat menimbulkan kematian.
Hingga saat ini, infeksi HIV masih menjadi masalah kesehatan global dan nasional. Kasus HIV di kawasan Asia Tenggara menyumbang 1076 dari total beban HIV di seluruh dunia.
Di Indonesia, prevalensi HIV di sebagian besar wilayah adalah 0,2656, termasuk Sumatera Barat.
"Pada tahun 2030 merupakan tahun yang ditargetkan oleh global dan Nasional sebagai Ending AIDS yang dikenal dengan istilah The Three zero yaitu, Zero new HIV Infection (tidak ditemuan kasus HIV baru), Zero AIDS related death (tidak ada kematian akibat AIDS), Zero discrimination (tidak ada diskriminasi terhadap penderita HIV/AIDS)," ungkap Erman.
"Dari data itu, angka penemuan kasus tertinggi adalah pada usia 20 sampai 49 tahun dengan 232 kasus dan faktor resiko tertinggi berasal dari hubungan sex terutama pada kelompok LSL (Lelaki Sex Lelaki) sebanyak 50%," ungkap Wako.
"Ini harus kita selesaikan bersama. Semua lini harus bergerak. Bagaimana pendalaman pendidikan berkarakter, bagaimana pendidikan karakter itu, bukan pada materinya, tapi lebih pada kegiatannya. Seperti kegiatan budaya dan pendekatan keluarga," tegasnya.
( Yus).
Editor :






